Differensiasi Sosial



Diferensiasi Sosial

  • Pengertian diferensiasi sosial :

pembedaan anggota masyarakat secara horizontal.
Bentuk-bentuk diferensiasi sosial :
1. Ras : perbedaan ciri fisik, terutama warna kulit.
Macam ras :
a. Mongoloid (berwarna)
b. Kaukasoid (putih)
c. Negroid (hitam)
2. Suku bangsa
a. Sunda
b. Jawa
c. Betawi, dll.
3. Klan : kekerabatan.
Macam kerabat :
a. patrilineal (ayah) : Batak
b. matrilineal (ibu) : Minangkabau
c. bilineal (ayah dan ibu) : Jawa
d. ambilineal (sebagian ayah, sebagian ibu) : Dayak
4. Agama
a. Islam
b. Kristen
c. Hindu
d. Budha
5. Jenis kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
6. Profesi
a. Pedagang
b. Petani
c. Dokter
d. Guru

Mobilitas Sosial

  • Pengertian mobilitas sosial:

perpindahan status seseorang atau kelompok dari satu kedudukan ke kedudukan lain.
Macam-macam mobilitas sosial:
1. Mobilitas horizontal : pada lapisan yang sama.
Contoh : Pak Fajar, yang sebelumnya mengajar di SMK, sekarang mengajar di SMA.
2. Mobilitas vertikal : pada lapisan yang berbeda.
a. Vertikal naik.
Contoh : Ketika masih remaja, para perwira tinggi TNI adalah taruna Akademi Militer. (UN 2009) (UN 2008)
b. Vertikal turun.
Contoh : Megawati, yang sebelumnya menjadi presiden, sekarang menjadi rakyat biasa.
3. Mobilitas intragenerasi : terjadi dalam satu generasi.
Contoh : Kakak dokter, adiknya guru. (Mobilitas intragenerasi vertikal turun)
4. Mobilitas antargenerasi : terjadi pada dua generasi atau lebih.
Contoh : Ayah dokter, anaknya dokter. (Mobilitas antargenerasi horizontal)
Saluran mobilitas sosial vertikal naik :
a. organisasi politik (UN 2009)
b. organisasi ekonomi
c. perkawinan (UN 2008), dll.
Proses mobilitas sosial seorang individu atau kelompok melalui saluran-saluran dalam masyarakat dinamakan social circulation.
Lembaga pendidikan merupakan social elevator karena lembaga pendidikan dapat mengantarkan seseorang ke lapisan sosial atas, tahap demi tahap.
Faktor penghambat mobilitas sosial : (UN 2008)
a. tingkat pendidikan yang rendah
b. sudah puas dengan apa yang dimiliki
Penelitian Sosial
A. Proses Penelitian
1. Proses Penelitian
1. Merumuskan masalah penelitian.
2. Merumuskan rancangan penelitian.
3. Memilih metode penelitian.
4. Mengumpulkan dan mengolah data hasil penelitian.
5. Membuat laporan penelitian.
6. Mempresentasikan hasil penelitian.
2. Konsep dan Variabel
Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata.
Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi dan generalisasi.
Abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, juga gejala sosial.
Generalisasi adalah menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda, dan gejala sosial yang khusus.
Macam konsep :
a. Konsep konkret : dapat diindera oleh pancaindera.
Contoh : meja, kursi, komputer, motor, sendok.
b. Konsep abstrak : tidak dapat diindera oleh panca indera.
Contoh : masyarakat, organisasi, asimilasi, kebahagiaan, pendidikan.
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai.
Nilai sutu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata. Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diamati dan diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel. Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Contoh: variabel dari konsep pendidikan adalah jenjang pendidikan.
Macam-macam Variabel
a. Variabel bebas/variabel pengaruh merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain.
b. Variabel terikat/variabel terpengaruh adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
Contoh :
prestasi belajar > variabel terikat
ketekunan belajar > variabel bebas
(Ketekunan belajar merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi prestasi belajar)
Hubungan antar Variabel
a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya”.
“Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya”.
b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul”.
3. Jenis Penelitian
a. Berdasarkan hasil yang diperoleh:
- penelitian dasar
- penelitian terapan
b. Berdasarkan bidang yang diteliti:
- penelitian sosial
- penelitian eksakta
c. Berdasarkan tempat penelitian:
- penelitian lapangan
- penelitian kepustakaan
- penelitian laboratorium
d. Berdasarkan teknik yang digunakan:
- penelitian survey
- penelitian percobaan
e. Berdasarkan keilmiahannya:
- penelitian ilmiah
- penelitian non-ilmiah
f. Berdasarkan spesialisasi ilmu garapannya:
- penelitian bisnis
- penelitian komunikasi
- penelitian hukum
- penelitian pertanian
- penelitian ekonomi
g. Berdasarkan kedalaman penelitiannya:
a. Penelitian eksplorasi, yaitu penelitian yang bermaksud mengumpulkan lebih banyak informasi tentang suatu permasalahan tertentu, yang sangat sedikit sekali terdapat informasi mengenai permasalahan tersebut.
b. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud memberikan gambaran suatu gejala sosial tertentu dan sudah ada informasi mengenai gejala sosial tersebut namun belum memadai.
c. Penelitian eksplanasi/analitis, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara suatu gejala sosial dengan gejala sosial lain.
B. Merumuskan Masalah Penelitian dan Menyusun Hipotesis
1. Masalah Penelitian
Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian:
a. Masalah dapat diteliti.
b. Masalah yang diteliti memberikan manfaat.
c. Sesuai dengan minat peneliti.
d. Ada faktor pendukung dari masalah yang diteliti, yaitu tersedianya data yang diperlukan.
2. Menyusun Hipotesis
Bentuk Rumusan Hipotesis
a. Hipotesis deskriptif.
Masalah : Berapa rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J”
Hipotesis : Rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J” adalah 100 buah per hari.
b. Hipotesis komparatif.
Masalah : Bagaimana daya tahan TV merek “P” apabila dibandingkan dengan daya tahan TV merek “Q”
Hipotesis : Daya tahan TV merek “P” lebih lama dibandingkan dengan daya taham TV merek “Q”.
c. Hipotesis asosiatif
Masalah : Bagaimana bentuk hubungan antara inflasi dan harga saham PT “A”.
Hipotesis : Ada hubungan negatif antara inflasi dan harga saham PT “A”.
C. Metode Penelitian
Jenis metode penelitian:
a. Metode historis (sejarah).
b. Metode eksperimental.
c. Metode deskriptif.
d. Metode korelasional (hubungan antara variabel).
Populasi dan Sampel
Populasi adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu.
Sampel adalah sebagian dari populasi.
Teknik pengambilan sampel :
1. Random sampling (UN 2008)
2. Stratified sampling (UN 2009)
Populasi Target dan Populasi Survei
Populasi target : populasi yang telah ditentukan.
Populasi survei : populasi yang terliput dalam penelitian.
(Pada saat penelitian, bisa jadi ada sebagian anggota populasi yang menolak untuk menjadi sumber informasi. Berarti jumlah anggota populasi berkurang. Anggota populasi lain, yang memberikan informasi, itulah yang dinamakan populasi survei.
D. Teknik Pengumpulan Data
a. Teknik kuesioner/angket.
- Kelemahan angket berstruktur dibandingkan dengan wawancara (UN 2008)
b. Teknik wawancara.
- Wawancara berstruktur : ada daftar pertanyaan yang rinci
- Wawancara tidak berstruktur : hanya ada pedoman wawancara secara global
c. Observasi.
- Observasi terlibat (observasi partisipatif) : pengamat ikut berinteraksi dengan masyarakat yang diamati. (UN 2009)
- Observasi tidak terlibat : pengamat tidak berinteraksi dengan masyarakat yang diteliti.
Bentuk pertanyaan:
a. Pertanyaan tertutup: dilengkapi dengan alternatif jawaban.
b. Pertanyaan terbuka: tidak dilengkapi dengan alternatif jawaban.
c. Pertanyaan setengah terbuka: dilengkapi dengan alternatif jawaban tapi juga memberikan kemungkinan jawaban lain.
Jenis data berdasarkan sumber pengambilannya:
a. Data primer: langsung dari lapangan.
b. Data sekunder: dari sumber yang sudah ada/hasil penelitian.
Teknik Pengolahan Data
a. Editing : proses meneliti kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data tersebut cukup baik.
Hal-hal yang perlu diedit pada data :
1) Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk.
2) Kelengkapan pengisian.
3) Dipenuhi tidaknya instruksi sampling.
4) Keserasian.
5) Apakah isi jawaban dapat dipahami.
b. Coding : pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.
c. Statistik sederhana.
- Distribusi frekuensi
- Kecenderungan terpusat :
a. mean (rata-rata)
b. modus (nilai yang sering muncul)
c. median (nilai tengah)
Contoh menentukan mean, modus, dan median untuk data tunggal :
Diketahui : Nilai ulangan sosiologi kelas XII 70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100
Ditanya : mean, modus, median?
Jawab :
a. Mean = jumlah nilai : jumlah data
= (70+70+80+80+80+90+90+100+100) : 9
= 760 : 9
= 84,4
b. Modus = nilai yang paling sering muncul (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) =80
c. Median = nilai yang ada di tengah (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) = 80
Interpretasi data (UN 2008, 2009)
E. Laporan Penelitian
Manfaat penyusunan laporan hasil penelitian :
- Berpikir objektif : mendapatkan data empiris tentang kehidupan sosial (UN 2009)
Format laporan penelitian
1. Bagian pembukaan.
a. Halaman judul.
b. Kata pengantar.
c. Abstrak.
d. Daftar isi, tabel, dan gambar
2. Bagian isi laporan
a. Pendahuluan.
Perumusan latar belakang penelitian berdasarkan :
- Cara berpikir faktual (UN 2008)
b. Landasan teori dan tinjauan pustaka.
c. Metodologi penelitian.
d. Gambaran umum objek penelitian (jika ada)
e. Pembahasan dan analisis.
f. Kesimpulan.
3. Bagian penutup.
a. Daftar pustaka.
b. Lampiran
Cara Menulis Daftar Pustaka
(Sumber dari buku)
Diskusi Hasil Penelitian
Manfaat diskusi hasil penelitian : (UN 2008)
1. Siswa berani untuk mengeluarkan pendapat.
2. Siswa mampu berfikir secara kritis dan inovatif.
3. Memupuk rasa toleransi antar-siswa pasca diskusi kelas.
4. Siswa berani tampil untuk mempraktekan apa yang telah ditelitinya.
Perilaku Menyimpang
Pengertian perilaku menyimpang:
perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Contoh :
Di daerah Aceh, wanita harus mengenakan jilbab. Bila ada wanita yang tidak mengenakan jilbab, berarti ia telah berperilaku menyimpang.
Klasifikasi Perilaku Menyimpang
a. Berdasarkan sifat:
- Penyimpangan positif
- Penyimpangan negatif
b. Berdasarkan jumlah pelaku
- Peyimpangan individual
- Penyimpangan kelompok
c. Berdasarkan jenis
- Tindakan kriminal atau kejahatan: pembunuhan, perampokan.
- Penyimpangan seksual: sodomi, transeksual, masokisme seksual, homoseksual, inces, voyeurisme/scoptophilia, transvestite, kumpul kebo, sadisme seksual, necrophili, zina, pelacuran.
- Pemakaian atau peredaran obat terlarang dam alkoholisme
- Penyimpangan gaya hidup : arogansi, eksentrik.
- Tawuran atau perkelahian antar pelajar.
d. Berdasarkan frekuensi/toleransi
- Penyimpangan primer. (UN 2009)
- Penyimpangan sekunder.
Penyebab Perilaku Menyimpang
a. Sosialisasi yang tidak sempurna. (UN 2009)
b. Sosialisasi sub-budaya menyimpang. (UN 2008)
Teori Penyimpangan
a. Teori Labeling : seseorang yang melakukan penyimpangan primer (penyimpangan pertama), kemudian ia dicap sesuai dengan penyimpangannya, akhirnya ia melakukan penyimpangan sekunder (penyimpangan terus-menerus).
Pengertian sikap anti sosial:
sikap menolak norma yang berlaku di masyarakat.
Penyebab sikap anti sosial:
merasa norma yang dianutnya lebih benar daripada norma yang berlaku di masyarakat.
Integrasi Sosial
Pengertian integrasi sosial : proses menyatunya berbagai unsur dalam masyarakat.
Yang dimaksud dengan unsur adalah kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti suku bangsa, umat beragama, dan lain-lain.
Bentuk-bentuk integrasi sosial :
a. Aspek fisik : adanya keluarga, lembaga masyarakat, dan negara.
Penjelasan : adanya negara menunjukkan bahwa berbagai kelompok dalam masyarakat pada suatu wilayah tertentu telah bersatu membentuk suatu wadah bersama, yaitu negara.
b. Aspek psikis : adanya kesadaran diri untuk menyatu dengan yang lainnya.
c. Aspek hubungan sosial : adanya kerja sama antara yang satu dengan yang lainnya.
d. Aspek proses : adanya usaha untuk mengurangi perbedan.
Syarat berhasilnya integrasi sosial :
a. Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.
b. Tercapainya konsensus mengenai nilai-nilai dan norma sosial.
c. Norma-norma berlaku cukup lama dan konsisten.
Fase-fase integrasi :
a. akomodasi
b. kerjasama
c. koordinasi
d. asimilasi
Faktor pendorong integrasi sosial :
a. Faktor internal :
- kesadaran diri sebagai makhluk sosial
- tuntutan kebutuhan
- jiwa dan semangat gotong royong
b. faktor eksternal :
- tuntutan perkembangan zaman
- persamaan kebudayaan
- terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
- persaman visi, misi, dan tujuan
- sikap toleransi
- adanya kosensus nilai
- adanya tantangan dari luar
Konflik Sosial
Pengertian konflik :
pertentangan antar individu atau antar kelompok.
Pandangan tentang Konflik
a. Tradisional: konflik negatif karena dapat merusak solidaritas sosial.
b. Modern: konflik positif karena hidup menjadi dinamis.
c. Netral: konflik merupakan hal yang wajar karena manusia berbeda-beda sehingga akan timbul konflik.
Penyebab konflik dalam masyarakat : adanya berbagai perbedaan dalam masyarakat. Misalnya perbedaan cara pikir, suku bangsa, agama, kebudayaan, dan lain-lain.
Berbagai bentuk konflik dalam masyarakat:
a. Konflik horizontal : konflik antar kelompok yang sederajat. Contoh : konflik antar suku bangsa.
b. Konflik vertikal : konflik antar kelas sosial. Contoh : konflik antara karyawan dengan pimpinan.
Strategi Mengatasi Konflik
a. Cara produktif:
1) Withdrawal, yaitu menunggu sambil berusaha memahami situasi setelah kira-kira mampu dan yakin dapat berhasil baru melangkah untuk mengatasinya.
2) Assertif, yaitu berusaha mengatasi secara tegas dan dengan cara yang baik, serta berusaha membina hubungan yang baik dengan pihak lain ditandai dengan adanya kemauan baik untuk saling mengerti dan memahami alasan, pertimbangan, dan kepentingan pihak lain.
3) Adjusting, yaitu berusaha menyesuaikan diri dengan pihak lain.
b. Cara tidak produktif:
1) Avoidance, yaitu menghindar dari konflik.
2) Force, yaitu menggunakan kekuatan fisik, ancaman, teror, dan paksaan.
3) Mengabaikan adanya konflik karena menganggap konflik tersebut tidak penting.
4) Blame, yaitu menyalahkan orang lain karena sumber konflik tidak jelas.
5) Silencers, yaitu bersikap supaya orang lain diam dengan cara menangis, menggunakan kata sarkasme yang menyinggung masalah pribadi.
Bentuk-bentuk akomodasi (usaha menyelesaikan konflik) :
a. kompromi : mengurangi tuntutan
b. mediasi : mengundang pihak ketiga sebagai penasihat
c. arbitrasi : mengundang pihak ketiga sebagai pemutus perkara
d. konsiliasi : mempertemukan pihak yang bertikai untuk membuat kesepakatan (UN 2009)
e. ajudikasi : melalui pengadilan
Cara mengatasi konflik yang lain:
a. Win-win solution, yaitu setiap pihak ingin menang.
b. Win-lose solution, yaitu salah satu ada yang mengalah.
c. Lose-lose solution, yaitu kedua pihak sama-sama mengalah.
Teori Konflik Karl Marx
Karl Marx melihat masyarakat manusia sebagai sebuah proses perkembangan yang akan mengakhiri konflik dengan konflik. Ciri utama hubungan sosial adalah perjuangan kelas dan revolusi. Kapitalisme akan membuat pemisahan yang tajam antara mereka yang menguasai alat produksi, yaitu kelompok borjuis dan tenaga buruh atau golongan proletar. Menurut ramalan Marx, konflik akan selalu terjadi dimana kelompok proletar akan memberontak melawan kelompok borjuis. Kaum proletar akan memenangkan perjuangan kelas ini dan akan menciptakan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara.
Keanekaragaman dalam Masyarakat (Masyarakat Majemuk / Masyarakat Multikultural)
Pengertian masyarakat multikultural :
masyarakat yang terdiri dari banyak kebudayaan.
Pengertian masyarakat majemuk :
masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok.
Ciri-ciri masyarakat majemuk menurut Vandenberg :
a. Segmentasi (terbagi) ke dalam kelompok-kelompok.
b. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).
c. Sering mengalami konflik.
d. Integrasi sosial atas paksaan.
e. Dominasi (penguasaan) suatu kelompok atas kelompok lain.
Istilah lain kemajemukan masyarakat adalah diferensiasi sosial (lihat materi diferensiasi sosial).
Jenis-jenis masyarakat majemuk :
a. kompetisi seimbang : kelompok-kelompok yang ada mempunyai kekuasaan yang seimbang.
b. mayoritas dominan : kelompok terbesar mendominasi. Contohnya : Indonesia.
c. minoritas dominan : kelompok kecil yang mendominasi.
d. fragmentasi : masyarakat terdiri dari banyak kelompok yang kecil, tidak ada yang mendominasi.
Faktor penyebab kemajemukan masyarakat Indonesia :
a. Letak dan keadaan geografi Indonesia.
- Banyak pulau : keanekaragaman etnik
- Antara dua samudra dan benua : keanekaragaman agama.
b. Keanekaragaman cara hidup masyarakat Indonesia
*Perbedaan curah hujan dan perbedaan kesuburan tanah, timbul perbedaan pertanian :
- pertanian sawah
- pertanian ladang, pertanian tanah kering, pertanian berpindah.
Pengertian kelompok sosial :
himpunan manusia yang hidup bersama.
Kriteria himpunan manusia dapat disebut kelompok menurut Soerjono Soekanto :
1. Setiap anggota kelompok menyadari bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
2. Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lain.
3. Adanya faktor yang dimiliki bersama, misal : politik.
4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
5. Bersistem dan berproses.
Tipe kelompok sosial :
1. Kategori statistik : umur, contoh : kelompok remaja.
2. Kategori sosial : sadar akan ciri bersama, contoh : Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
3. Kelompok sosial : kesatuan manusia yang hidup bersama dan saling berinteraksi, contoh : keluarga.
4. Kelompok tidak teratur : berkumpulnya orang pada tempat yang sama karena pusat perhatian yang sama, contoh : orang antri karcis.
5. Organisasi formal : kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan telah ditentukan terlebih dahulu, contoh : birokrasi.
Pengendalian Sosial
Pengertian pengendalian sosial : upaya yang dilakukan agar anggota masyarakat tidak melanggar norma.
Sifat pengendalian sosial :
1. Preventif (pencegahan) (UN 2009)
2. Represif (pemulihan)
Cara pengendalian sosial :
1. Persuasif (dengan bimbingan)
2. Koersif (dengan kekerasan)
Teknik pengendalian sosial :
1. Gosip : menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. (UN 2008)
Sosialisasi dan Kepribadian
SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi :
proses belajar yang dialami individu sejak masa kanak-kanak sampai masa tuanya.
Tujuan sosialisasi :
1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya.
4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya.
Agen sosialisasi:
1. Keluarga
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi:
a. Sosialisasi represif, yang mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.
Cirinya:
1) menghukum perilaku yang keliru.
2) kepatuhan anak kepada orang tua
3) komunikasi sebagai perintah
4) sosialisasi berpusat pada orang tua
5) anak memperhatikan harapan orang tua
b. Sosialisasi partisipatif, yang mengutamakan adanya partisipasi pada anak.
Cirinya:
1) memberi imbalan bagi perilaku baik
2) otonomi pada anak
3) komunikasi sebagai interaksi
4) sosialisasi berpusat pada anak
5) orang tua memperhatikan keinginan anak
2. Sekolah
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim.”
3. Kelompok pergaulan
4. Media massa
Bentuk-bentuk sosialisasi :
a. Sosialisasi primer : di keluarga (UN 2009)
- Terkait dengan kesinambungan moralitas masyarakat, lembaga keluarga memiliki fungsi membentuk dasar kepribadian individu. (UN 2009)
b. Sosialisasi sekunder : di luar keluarga
Faktor-faktor penghambat dalam sosialisasi:
a. Kemampuan berbahasa
b. Kepandaian bergaul
c. Kehidupan masyarakat yang terisolir
d. Kesulitas dalam melakukan komunikasi
e. Hambatan alam
f. Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu lain
g. Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi
h. Terjadinya kesenjangan kebudayaan antarkelompok dalam masyarakat
KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian:
ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang individu:
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosiologis
(Roucek dan Warren)
Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian:
kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi.
Ada hubungan erat antara sosialisasi dan kebudayaan. (UN 2009)
Penjelasan: apa yang disosialisasikan berdasarkan budaya yang dianut.
Contoh : orang Jawa tentu mensosialisasikan budaya Jawa.
Tahap-tahap sosialisasi:
a. Masa anak-anak
- Preparatory stage (meniru)
- Play stage (bermain peran)
b. Masa remaja
- Game stage (mengidentifikasi diri seperti tokoh idolanya)
c. Masa dewasa
- Generalized other (menyesuaikan diri
Sosialisasi dan Kepribadian
SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi :
proses belajar yang dialami individu sejak masa kanak-kanak sampai masa tuanya.
Tujuan sosialisasi :
1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya.
4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya.
Agen sosialisasi:
1. Keluarga
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi:
a. Sosialisasi represif, yang mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.
Cirinya:
1) menghukum perilaku yang keliru.
2) kepatuhan anak kepada orang tua
3) komunikasi sebagai perintah
4) sosialisasi berpusat pada orang tua
5) anak memperhatikan harapan orang tua
b. Sosialisasi partisipatif, yang mengutamakan adanya partisipasi pada anak.
Cirinya:
1) memberi imbalan bagi perilaku baik
2) otonomi pada anak
3) komunikasi sebagai interaksi
4) sosialisasi berpusat pada anak
5) orang tua memperhatikan keinginan anak
2. Sekolah
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim.”
3. Kelompok pergaulan
4. Media massa
Bentuk-bentuk sosialisasi :
a. Sosialisasi primer : di keluarga (UN 2009)
- Terkait dengan kesinambungan moralitas masyarakat, lembaga keluarga memiliki fungsi membentuk dasar kepribadian individu. (UN 2009)
b. Sosialisasi sekunder : di luar keluarga
Faktor-faktor penghambat dalam sosialisasi:
a. Kemampuan berbahasa
b. Kepandaian bergaul
c. Kehidupan masyarakat yang terisolir
d. Kesulitas dalam melakukan komunikasi
e. Hambatan alam
f. Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu lain
g. Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi
h. Terjadinya kesenjangan kebudayaan antarkelompok dalam masyarakat
KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian:
ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang individu:
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosiologis
(Roucek dan Warren)
Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian:
kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi.
Ada hubungan erat antara sosialisasi dan kebudayaan. (UN 2009)
Penjelasan: apa yang disosialisasikan berdasarkan budaya yang dianut.
Contoh : orang Jawa tentu mensosialisasikan budaya Jawa.
Tahap-tahap sosialisasi:
a. Masa anak-anak
- Preparatory stage (meniru)
- Play stage (bermain peran)
b. Masa remaja
- Game stage (mengidentifikasi diri seperti tokoh idolanya)
c. Masa dewasa
- Generalized other (menyesuaikan diri)
Interaksi Sosial
Manusia punya naluri gregariousness, yaitu naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. (UN 2008)
Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bersama dengan orang lain yaitu untuk :
a. memenuhi kebutuhan hidupnya
b. mempertahankan diri
c. meneruskan generasi atau keturunan
d. hidup bersama
Pengertian tindakan sosial : tindakan yang berorientasi pada orang lain.
Pengertian interaksi sosial :
hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antarperseorangan, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya.
Interaksi sosial merupakan proses terjadinya aksi dan reaksi. (UN 2008)
Pola interaksi :
a. antarindividu
b. antara individu dan kelompok
c. antarkelompok
Faktor-faktor pendorong interaksi :
a. imitasi
b. sugesti : pendapat seseorang yang diterima tanpa kritik.
- Biasanya pendapat tersebut diberikan oleh :
* Tokoh politik : Bung Karno
* Artis : Deddy Mizwar
c. identifikasi
d. simpati
e. empati (UN 2009)
Syarat terjadinya interaksi sosial : (UN 2008)
a. kontak sosial
- sifat : primer dan sekunder
- cara : verbal dan nonverbal
b. komunikasi
- komunikasi sekunder : komunikasi tidak tatap muka. (UN 2008)
Bentuk-bentuk interaksi sosial :
a. Proses asosiatif
1) kerja sama : kerukunan, bargaining, kooptasi, koalisi, joint venture
-bargaining : tukar-menukar barang dan jasa
2) akomodasi : koersi, kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi, stalemate, ajudikasi
*Stalemate (kebuntuan) adalah kondisi dimana pihak yang bertikai menghentikan konflik karena kekuatan seimbang. Contoh kasus stalemate adalah konflik antarfaksi mujahidin di Afghanistan. Mereka bertempur, namun akhirnya berhenti karena merasa tidak dapat mengalahkan lawan, sama kuat.
3) akulturasi
4) asimilasi
b. Proses disosiatif
- persaingan/kompetisi (UN 2009)
- kontravensi
- konflik
Tahap keteraturan :
a. tertib sosial
b. keteraturan
c. keajegan
d. terpola
Penelitian Sosial
A. Proses Penelitian
1. Proses Penelitian
1. Merumuskan masalah penelitian.
2. Merumuskan rancangan penelitian.
3. Memilih metode penelitian.
4. Mengumpulkan dan mengolah data hasil penelitian.
5. Membuat laporan penelitian.
6. Mempresentasikan hasil penelitian.
2. Konsep dan Variabel
Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata.
Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi dan generalisasi.
Abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, juga gejala sosial.
Generalisasi adalah menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda, dan gejala sosial yang khusus.
Macam konsep :
a. Konsep konkret : dapat diindera oleh pancaindera.
Contoh : meja, kursi, komputer, motor, sendok.
b. Konsep abstrak : tidak dapat diindera oleh panca indera.
Contoh : masyarakat, organisasi, asimilasi, kebahagiaan, pendidikan.
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai.
Nilai sutu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata. Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diamati dan diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel. Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Contoh: variabel dari konsep pendidikan adalah jenjang pendidikan.
Macam-macam Variabel
a. Variabel bebas/variabel pengaruh merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain.
b. Variabel terikat/variabel terpengaruh adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
Contoh :
prestasi belajar > variabel terikat
ketekunan belajar > variabel bebas
(Ketekunan belajar merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi prestasi belajar)
Hubungan antar Variabel
a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya”.
“Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya”.
b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul”.
3. Jenis Penelitian
a. Berdasarkan hasil yang diperoleh:
- penelitian dasar
- penelitian terapan
b. Berdasarkan bidang yang diteliti:
- penelitian sosial
- penelitian eksakta
c. Berdasarkan tempat penelitian:
- penelitian lapangan
- penelitian kepustakaan
- penelitian laboratorium
d. Berdasarkan teknik yang digunakan:
- penelitian survey
- penelitian percobaan
e. Berdasarkan keilmiahannya:
- penelitian ilmiah
- penelitian non-ilmiah
f. Berdasarkan spesialisasi ilmu garapannya:
- penelitian bisnis
- penelitian komunikasi
- penelitian hukum
- penelitian pertanian
- penelitian ekonomi
g. Berdasarkan kedalaman penelitiannya:
a. Penelitian eksplorasi, yaitu penelitian yang bermaksud mengumpulkan lebih banyak informasi tentang suatu permasalahan tertentu, yang sangat sedikit sekali terdapat informasi mengenai permasalahan tersebut.
b. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud memberikan gambaran suatu gejala sosial tertentu dan sudah ada informasi mengenai gejala sosial tersebut namun belum memadai.
c. Penelitian eksplanasi/analitis, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara suatu gejala sosial dengan gejala sosial lain.
B. Merumuskan Masalah Penelitian dan Menyusun Hipotesis
1. Masalah Penelitian
Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian:
a. Masalah dapat diteliti.
b. Masalah yang diteliti memberikan manfaat.
c. Sesuai dengan minat peneliti.
d. Ada faktor pendukung dari masalah yang diteliti, yaitu tersedianya data yang diperlukan.
2. Menyusun Hipotesis
Bentuk Rumusan Hipotesis
a. Hipotesis deskriptif.
Masalah : Berapa rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J”
Hipotesis : Rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J” adalah 100 buah per hari.
b. Hipotesis komparatif.
Masalah : Bagaimana daya tahan TV merek “P” apabila dibandingkan dengan daya tahan TV merek “Q”
Hipotesis : Daya tahan TV merek “P” lebih lama dibandingkan dengan daya taham TV merek “Q”.
c. Hipotesis asosiatif
Masalah : Bagaimana bentuk hubungan antara inflasi dan harga saham PT “A”.
Hipotesis : Ada hubungan negatif antara inflasi dan harga saham PT “A”.
C. Metode Penelitian
Jenis metode penelitian:
a. Metode historis (sejarah).
b. Metode eksperimental.
c. Metode deskriptif.
d. Metode korelasional (hubungan antara variabel).
Populasi dan Sampel
Populasi adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu.
Sampel adalah sebagian dari populasi.
Teknik pengambilan sampel :
1. Random sampling (UN 2008)
2. Stratified sampling (UN 2009)
Populasi Target dan Populasi Survei
Populasi target : populasi yang telah ditentukan.
Populasi survei : populasi yang terliput dalam penelitian.
(Pada saat penelitian, bisa jadi ada sebagian anggota populasi yang menolak untuk menjadi sumber informasi. Berarti jumlah anggota populasi berkurang. Anggota populasi lain, yang memberikan informasi, itulah yang dinamakan populasi survei.
D. Teknik Pengumpulan Data
a. Teknik kuesioner/angket.
- Kelemahan angket berstruktur dibandingkan dengan wawancara (UN 2008)
b. Teknik wawancara.
- Wawancara berstruktur : ada daftar pertanyaan yang rinci
- Wawancara tidak berstruktur : hanya ada pedoman wawancara secara global
c. Observasi.
- Observasi terlibat (observasi partisipatif) : pengamat ikut berinteraksi dengan masyarakat yang diamati. (UN 2009)
- Observasi tidak terlibat : pengamat tidak berinteraksi dengan masyarakat yang diteliti.
Bentuk pertanyaan:
a. Pertanyaan tertutup: dilengkapi dengan alternatif jawaban.
b. Pertanyaan terbuka: tidak dilengkapi dengan alternatif jawaban.
c. Pertanyaan setengah terbuka: dilengkapi dengan alternatif jawaban tapi juga memberikan kemungkinan jawaban lain.
Jenis data berdasarkan sumber pengambilannya:
a. Data primer: langsung dari lapangan.
b. Data sekunder: dari sumber yang sudah ada/hasil penelitian.
Teknik Pengolahan Data
a. Editing : proses meneliti kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data tersebut cukup baik.
Hal-hal yang perlu diedit pada data :
1) Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk.
2) Kelengkapan pengisian.
3) Dipenuhi tidaknya instruksi sampling.
4) Keserasian.
5) Apakah isi jawaban dapat dipahami.
b. Coding : pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.
c. Statistik sederhana.
- Distribusi frekuensi
- Kecenderungan terpusat :
a. mean (rata-rata)
b. modus (nilai yang sering muncul)
c. median (nilai tengah)
Contoh menentukan mean, modus, dan median untuk data tunggal :
Diketahui : Nilai ulangan sosiologi kelas XII 70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100
Ditanya : mean, modus, median?
Jawab :
a. Mean = jumlah nilai : jumlah data
= (70+70+80+80+80+90+90+100+100) : 9
= 760 : 9
= 84,4
b. Modus = nilai yang paling sering muncul (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) =80
c. Median = nilai yang ada di tengah (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) = 80
Interpretasi data (UN 2008, 2009)
E. Laporan Penelitian
Manfaat penyusunan laporan hasil penelitian :
- Berpikir objektif : mendapatkan data empiris tentang kehidupan sosial (UN 2009)
Format laporan penelitian
1. Bagian pembukaan.
a. Halaman judul.
b. Kata pengantar.
c. Abstrak.
d. Daftar isi, tabel, dan gambar
2. Bagian isi laporan
a. Pendahuluan.
Perumusan latar belakang penelitian berdasarkan :
- Cara berpikir faktual (UN 2008)
b. Landasan teori dan tinjauan pustaka.
c. Metodologi penelitian.
d. Gambaran umum objek penelitian (jika ada)
e. Pembahasan dan analisis.
f. Kesimpulan.
3. Bagian penutup.
a. Daftar pustaka.
b. Lampiran
Cara Menulis Daftar Pustaka
(Sumber dari buku)
Diskusi Hasil Penelitian
Manfaat diskusi hasil penelitian : (UN 2008)
1. Siswa berani untuk mengeluarkan pendapat.
2. Siswa mampu berfikir secara kritis dan inovatif.
3. Memupuk rasa toleransi antar-siswa pasca diskusi kelas.
4. Siswa berani tampil untuk mempraktekan apa yang telah ditelitinya.
Nilai dan Norma Sosial
NILAI SOSIAL
Pengertian nilai sosial adalah :
- segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat.
- anggapan masyarakat tentang sesuatu yang diharapkan, indah, dan benar. (UN 2008)
Bentuk-bentuk nilai :
1. Pemikiran (– bersifat abstrak) (UN 2008)
2. Perilaku
3. Benda
Contoh nilai dalam masyarakat Indonesia :
- masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai keramahan, sehingga bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah.
- masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai kepedulian sosial, sehingga ketika ada musibah gempa di Padang, 30 September 2009, bantuan dari berbagai daerah segera datang.
Macam-macam nilai menurut Notonegoro :
1. Nilai material : nilai yang berguna bagi jasmani manusia.
2. Nilai kerohanian : nilai yang berguna bagi rohani manusia.
3. Nilai vital : nilai yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas.
Nilai dominan : nilai yang dianggap lebih tinggi dari nilai yang lain.
Internalized value : nilai yang sudah mendarah daging/menjadi kepribadian.
NORMA SOSIAL
Pengertian norma sosial : aturan berperilaku dalam masyarakat.
Macam-macam norma berdasarkan daya ikatnya/sanksi yang diberikan : (UN 2008)
1. Cara (usage)
Contoh : cara makan, tidak mengeluarkan bunyi (UN 2008)
2. Kebiasaan (folkways)
Contoh : memberi hadiah kepada orang yang berprestasi, bermaaf-maafan pada hari raya Idul Fitri.
3. Tata kelakuan (mores)
Contoh : larangan membunuh, memperkosa.
4. Adat (custom)
Contoh : larangan menguburkan jenazah di Bali dan larangan merusak hutan pada suku Kajang Tana Toa di Sulawesi Selatan, sanksinya dikucilkan.
5. Hukum (law)
Contoh : larangan mencuri
Macam-macam norma dalam masyarakat :
1. Norma kesopanan : norma yang bersumber dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat.
Contoh : tidak meludah sembarangan, tidak meletakkan kaki di atas meja.
2. Norma kesusilaan, contoh : tidak boleh melecehkan wanita, tidak bermesraan di tempat umum
3. Norma agama, contoh : mendirikan shalat
- Fungsi norma agama bagi kehidupan masyarakat : menjaga solidaritas masyarakat beragama (UN 2008)
4. Norma kebiasaan, contoh : bersalaman ketika bertemu
5. Norma hukum
Perubahan Sosial
Pengertian perubahan sosial :
segal perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.
Bentuk-bentuk perubahan sosial :
a. perubahan cepat dan perubahan lambat
1) perubahan cepat (revolusi)
*Revolusi : perubahan yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.
2) perubahan lambat (evolusi)
b. perubahan kecil dan perubahan besar
c. perubahan direncanakan dan perubahan tidak direncanakan
Faktor-faktor penyebab perubahan sosial :
a. faktor internal :
- penemuan baru
- bertambah atau berkurangnya penduduk
- terjadinya pemberontakan atau revolusi
- pertentangan dalam masyarakat
b. faktor eksternal :
- bencana alam*
- masuknya kebudayaan dari masyarakat lain
- peperangan dengan negara lain
Salah satu dampak negatif dari kontak dengan budaya asing adalah westernisasi (pembaratan).
Westernisasi adalah proses peniruan budaya barat.
Stratifikasi Sosial
Pengertian Stratifikasi Sosial
: pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.
Kriteria Stratifikasi Sosial
1. Kekayaan
a. Orang kaya
b. Orang miskin
Contoh stratifikasi sosial berdasarkan besarnya penghasilan dari pekerjaan : (UN 2008)
a. Pengusaha besar
b. Pengusaha menengah
c. Pengusaha kecil
2. Kekuasaan
a. Presiden
b. Gubernur dst s.d. Rakyat
3. Ilmu Pengetahuan
a. Pendidikan Tinggi
b. Pendidikan Menengah
c. Pendidikan Dasar
4. Kehormatan
a. Orang yang banyak jasanya
b. Orang biasa
Gambar piramida stratifikasi sosial
: semakin ke atas jumlah anggotanya semakin sedikit. (UN 2007, 2008)
Proses terbentuknya stratifikasi sosial :
1. Terjadi dengan sendirinya. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan.
2. Sengaja dibentuk. Contoh : struktur organisasi kelas.
Sifat Stratifikasi Sosial
1. Tertutup : tidak bisa pindah lapisan. Contoh : sistem kasta.
2. Terbuka : bisa pindah lapisan. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan.
Kasta di India :
1. Brahmana.
2. Ksatria
3. Waysa
4. Sudra
Gelar kasta di Bali :
1. Brahmana : Ida Bagus/Ida Ayu.
2. Ksatria : Dewa, Cokorda, Anak Agung, Ngakan.
3. Waysa : Gusti, I Gusti.
4. Sudra : I Made, I Wayan, I Nyoman, Pande, Pasek.
Sifat kasta :
1. Status diperoleh dengan kelahiran.
2. Perkawinan endogami.
3. Keanggotaan kasta berlangsung seumur hidup.
Unsur pembentuk stratifikasi sosial : status dan peran. (UN 2007)
Macam-macam status :
1. Ascribed status : tanpa usaha. Contoh : anak Brahmana.
2. Achieved status : dengan usaha. Contoh : status mahasiswa.
3. Assigned status : diberikan. Contoh : gelar Bapak Koperasi.
Macam-macam peran :
1. Ascribed roles : tanpa usaha.
2. Achieved roles : dengan usaha.
3. Actual roles : sesuai keadaan.
4. Expected roles : sesuai peraturan atau ketentuan.
Konsekuensi adanya pelapisan sosial:
kalangan atas mendapatkan berbagai keistimewaan dalam menikmati fasilitas hidup, sebaliknya dengan kalangan bawah.

0 Response to "Differensiasi Sosial"

Poskan Komentar